PUSKESMAS BONANG II

VISI : TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONANG YANG SEHAT DAN MANDIRI

MISI PUSKESMAS BONANG II

1. Menggerakkan dan mengembangkan peran serta masyarakat dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan.

MISI PUSKESMAS BONANG II

2. Memelihara kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional

MISI PUSKESMAS BONANG II

3. Menggerakkan masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.

MISI PUSKESMAS BONANG II

4. Menjalin kemitraan dengan semua pihak dalam pelayanan kesehatan.

Jumat, 31 Maret 2023

Sabtu, 20 Juli 2019

Laporan PWS Bulan Juni 2019

PWS  KIA Bulan Juni 2019





PWS IMUNISASI






PWS & SKDN GIZI


Senin, 05 Februari 2018

MOTTO DAN JANJI LAYANAN
PUSKESMAS BONANG II

JANJI PELAYANAN
PUSKESMAS BONANG II

1.    Memberikan pelayanan dengan 3 S (senyum, sapa dan salam)
2.    Memberikan pelayaan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat
3.    Memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, akurat, nyaman  sesuai ketentuan dan peraturan yang ditetapkan dengan dilandasi etika profesi
4.    Mengutamakan pelayanan pada masyarakat/pasien disability dan lansia
5.    Menyelesaikan pelayanan sesuai dengan jadual waktu yang telah ditetapkan
6.    Mengingatkan kawan, agar jangan melakukan tindakan yang merugikan masyarakat atau pasien

MOTTO PUSKESMAS BONANG II

 "MELAYANI DENGAN PENUH PEDULI "

Rabu, 18 Oktober 2017

LAGU AKREDITASI PUSKESMAS BONANG II

AYO AKREDITASI

Perfomed by : Karyawan / karyawati Puskesmas Bonang II

Selasa, 17 Mei 2016

10 PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT



PHBS adalah singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, atau dapat diartikan sebagai semua perilaku kesehatan yang dilakukan secara sadar oleh tatanan rumah tangga.

Adapun 10 kegiatan PHBS meliputi :
1. Persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan.
2. Balita di beri ASI
3. Timbang balita setiap bulannya
4. Tersedianya Air Bersih Di Rumah
5. Cuci Tangan Pakai Sabun
6. Tersedianya Jamban Keluarga
7. Rumah Bebas Jentik
8. Makan Makanan Yang Bergizi
9. Lakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari
10. Jangan Merokok Di Tempat Umum

Demikian kegiatan PHBS dalam tatanan rumah tangga, adapun uraiannya adalah sebagai berikut
a.        Persalinan di tolong  tenaga kesehatan
Anda mempunyai balita atau adik yang masih berusia 0-5 tahun? Kalau tidak, boleh mengabaikan ini. Berarti tinggal sembilan indikator lagi kan? Tapi kalau punya, sudahkah istri atau ibu anda bersalin/melahirkan di tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan (dokter kandungan dan kebidanan, dokter umum dan bidan). Jika sudah, berarti untuk indikator yang satu ini anda lulus. Mengapa harus tenaga kesehatan? Karena karena tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin. Disamping itu dengan ditolong oleh tenaga kesehatan, apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Jika ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan maka peralatan yang digunakan aman, bersih dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya. Paham kan???
b.   Memberi Bayi ASI Ekslusif
Adakah bayi usia 0-6 bulan di rumah anda? Kalau tidak, lewat dan boleh mengabaikan yang satu ini. Bagaimana kalau ada? Sudahkah anak anda atau adik anda yang masih berusia di bawah 6 bulan mendapat ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan? Mengapa harus ASI, ga kelaparan tuh bayi diberi ASI saja??? Pertanyaan ini pasti ada dibenak anda, benar kan ? ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan zat gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga tumbuh dn berkembang dengan baik. Air susu ibu pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum) sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.
Manfaat memberi ASI bagi ibu adalah dapat menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi, mengurangi pendarahan setelah persalinan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, dapat menunda kelahiran berikutnya, mengurangi risiko kena kanker payudara dan lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan pada saat bayi membutuhkan.
c.   Menimbang Bayi dan Balita setiap bulan
Sama seperti indikator pertama, Anda mempunyai balita atau adik yang masih berusia 0-5 tahun? Kalau tidak, boleh mengabaikan ini. Kalau ada, sudahkah bayi atau balita anda ditimbang setiap bulan dan tercatat di KMS atau buku KIA? Penimbangan bayi dan balita anda dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan. Menimbang secara rutin di posyandu akan terlihat perkembangan berat badannya apakah naik atau tidak.
Manfaatnya, anda dapat mengetahui apakah balita anda tumbuh sehat, tahu dan bisa mencegah gangguan pertumbuhan balita, untuk mengetahui balita sakit (demam, batuk, pilek, diare), jika berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik atau bahkan balita yang berat badannya dibawah garis merah (BGM) dan dicurigai gizi buruk, sehingga dapat dirujuk ke Puskesmas. Datang secara rutin ke Posyandu juga berfungsi untuk mengetahui kelengkapan imunisasi serta untuk mendapatkan penyuluhan gizi.
d.   Menggunakan Air Bersih
Yang satu ini seharusnya bukan masalah bagi anda. Anda dan rumah tangga anda dikatakan sehat jika di rumah tangga anda menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari air kemasan, air ledeng, air pompa, sumur terlindung dan penampungan air hujan dan memenuhi syarat air bersih yaitu tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna
Manfaat anda menggunakan air bersih diantaranya agar kita terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan. Dan dengan menggunakan air bersih setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.
e.   Mencuci Tangan dengan Air Bersih dan Sabun
Indikator ini sebenarnya gampang, tapi saya ragu apakah anda selalu melakukannya sampai saat ini, benar kan? Mulailah dari sekarang! Kapan saja harus mencuci tangan? Sebelum makan dan makan, sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan tentunya menggunakan air bersih mengalir dan sabun. Manfaat mencuci tangan adalah agar tangan menjadi bersih dan dapat membunuh kuman yang ada di tangan, mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, dysentri, kecacingan, penyakit kulit, infeksi daluran pernafasan akut (ISPA), bahkan flu burung dan lainnya.
f.    Menggunakan Jamban Sehat
Sudah setengah jalan anda lewati untuk menjadi rumah tangga yang sehat, Tiba saatnya di indikator yang keenam. Punya jamban kan dirumah? Jamban yang digunakan minimal jamban leher angsa, atau jamban duduk yang banyak di jual di toko bangunan, tentunya dengan tangki septic atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir dan terpelihara kebersihannya. Untuk daerah yang sulit air (kalau ada) dapat menggunakan jamban cemplung atau jemban plengsengan. Tujuannya dimaksudkan agar tidak mengundang datangnya lalat atau serangga lain yang dapat menjadi penular penyakit.
g.   Memberantas Jentik di Rumah
Cukup sekali seminggu, asal rutin ya! Tidak sulit menerapkan indikator yang satu ini, manfaatkan waktu libur anda dengan membersihkan rumah, tidak perlu waktu lama bukan? Lakukan pemberantasan jentik nyamuk didalam dan atau diluar rumah seminggu sekali dengan 3M plus abatisasi/ikanisasi. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan kegiatan pemberantasan telur, jentik, kepompong nyamuk penular penyakit seperti demam berdarah dengue, chikungunya, malaria, filariasis (kaki gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya. PSN dapat dilakukan dengan cara 3M plus yaitu menguras bak air, menutup tempat penampungan air dan mengubur benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk plus menghindari gigitan nyamuk.
h.   Makan Buah dan Sayur Setiap Hari
Sederhana, murah dan banyak manfaatnya. Biasakan anda dan anggota keluarga anda mengkonsumsi minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya setiap hari, tidak harus mahal, yang penting memiliki kecukupan gizi. Semua jenis sayuran bagus untuk dimakan, terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning, oranye) seperti bayam, kangkung, daun katuk, kacang panjang, selada hijau atau daun singkong. Begitu pula dengan buah, semua bagus untuk dimakan, terutama yang berwarna (merah, kuning) seperti mangga, papaya, jeruk, jambu biji atau apel lebih banyak mengandung vitamin dan mineral serta seratnya.
i.    Melakukan Aktivitas fisik Setiap hari
Minimal 30 menit setiap hari. Anda lakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Jenis aktifitas fisik yang dapat dilakukan bisa berupa kegiatan sehari-hari, yaitu berjalan kaki, berkebun, bekerja ditaman, mencuci pakaian, mencuci mobil, mengepel lantai, naik turun tangga dan membawa belanjaan. Aktifitas fisik lainnya bisa berupa olah raga yaitu push up, lari ringan, bermain bola, berenang, senam, bermain tenis, yoga, fitness, angkat beban/berat. Intinya olahraga itu tidak harus mahal, bahkan banyak yang gratis bukan?
j.    Tidak Merokok di Dalam Rumah
Terakhir, anda perokok atau memiliki anggota keluarga yang merokok? Jika anda bukan perokok, acungan jempol buat anda dan jangan pernah terpengaruh dengan yang namanya rokok. Tapi jika anda perokok atau memiliki anggota keluarga yang merokok, itu hak anda, namun kami anjurkan untuk berpikir bahaya merokok dan berusaha berhenti untuk merokok. Biar adil, bagi perokok, jangan merokok di dalah rumah atau ketika berada bersama orang lain yang bukan perokok, mereka juga berhak dapat udara segar bukan?

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Rabu, 20 Mei 2015

Kelas Ibu Hamil



Kelas Ibu Hamil adalah kelompok belajat ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu sampai dengan 32 minggu dengan jumlah tertentu. Di kelas ini ibu-ibu hamil akan belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang Kesehatan Ibu dan Anak secara menyeluruh dan sistematis serta dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan.

 
Kelas Ibu Hamil Desa Bonangrejo oleh Bidan desa bersama mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang (29/04/2015).

Tujuan dari Kelas Ibu Hamil ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan persalinan, KB pasca persalinan, kepercayaan adat setempat, penyakit menular dan lain sebagainya.
Manfaat dari kelas ibu hamil ini adalah sarana untuk mendapatkan informasi, tempat untuk bertanya, serta membantu ibu dalam menghadapi persalinan dengan aman dan nyaman.
Kelas ibu hamil diadakan 3 kali pertemuan. Adapun materi yang diberikan pada kelas ibu hamil, antara lain :
Pertemuaan I
1.      Ibu Hamil
o   Apa saja yang perlu dilakukan ibu hamil.
o   Bagaimana menjaga kesehatan ibu hamil.
o   Bagaimana makanan yang baik selama hamil.
2.      Tanda-tanda Bahaya pada Ibu Hamil
·         Pendarahan.
·         Demam tinggi.
·         Keluar air ketuban sebelum waktunya.
·         Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak.
3.      Persiapan keluaraga menghadapi persalinan
 
Pertemuan II
1.      Ibu Bersalin
·         Apa saja tanda-tanda persalianan.
·         Apa saja yang dilakukan ibu bersalin.
·         Apa saja tanda-tanda bahaya pada ibu bersalin.
2.      Ibu Nifas
·         Apa saja yang dilakukan ibu nifas.
·         Menjaga kesehatan ibu nifas.
·         Tanda-tanda bahaya dan penyakit pada ibu nifas.
·         Pemilihan alat kontrasepsi
Pertemuan III
1.      Tanda-tanda bayi sehat.
2.      Hal yang dilakukan bayi baru lahir.
3.      Tanda bayi sakit berat.

Kelas ibu hamil ini diikuti oleh ibu-ibu hamil desa Bonangrejo yang dibimbing oleh bidan desa bersama mahasiswa poltekkes kemenkes semarang juga memberikan materi senam hamil.